Type something and hit enter

author photo
Posted by On
Contoh masalah ekonomi makro saat ini - Pada artikel sebelumnya kami telah membahas permasalahan ekonomi mikro di Indonesia dan cara mengatasinya.

Sebelum kita membahas apa saja contohnya, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan ekonomi makro.

Ekonomi makro merupakan kegiatan perekonomian yang mempelajari secara keseluruhan, yang artinya menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi orang banyak atau masyarakat, perusahaan dan juga pasar.

Berikut ini kami akan membahas beberapa contoh masalah perekonomian makro terbaru dan solusinya.


Contoh Masalah Ekonomi Makro dan Cara Penyelesaiannya
6 Contoh Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia beserta Solusinya

1. Masalah kemiskinan


Kemiskinan masih menjadi momok yang harus dihadapi pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa selama tahun 2016, masih terdapat penduduk miskin sebanyak 10,86% di Indonesia ynag tersebar di desa dan kota.

Kemiskinan menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusinya. Untuk menekan angka kemiskinan terdapat beberapa program-program Presiden Jokowi.

Adapun program-program tersebut di antaranya melalui kebijakan pengembangan dan penguatan sistem penyediaan layanan dasar, peningkatan efektivitas program Bidik Misi, penatataan asistensi sosial (KIS, KIP, dan KKS).

Program berikutnya seperti, perluasan cakupan kepesertaan jaminan sosial, serta integrasi data kependudukan dan kepesertaan jaminan sosial.


2. Masalah Pengangguran


Survei Angkatan Kerja Nasional 2015-2016 mengungkap tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2015 adalah 5,81% (7,45); Februari 2016 sebesar 5,50% (7,02 juta), dan Februari 2017 sebesar 5,33% (7,01 juta).

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah terus bergegas menciptakan lapangan kerja lewat program strategis, diantaranya:

Pertama, mendorong pembangunan infrastruktur, melalui penyediaan anggaran melalui APBN, BUMN, dan swasta. Dalam jangka pendek, program ini menjadi lokomotif tercapainya kesempatan kerja.

Kedua, menumbuhkan investasi. Dengan cara memperbaiki iklim investasi lewat penyederhanaan perizinan dan penyediaan sarana investasi.

Ketiga, mendorong pendidikan vokasional. Pemerintah mempersiapkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu melalui pendidian vokasional.

Keempat, mengalokasikan Dana Desa. Dana desa dipakai untuk program pemberdayaan masyarakat dan untuk pembangunan sarana/prasarana di pedesaan. Peningkatan ini akan mendorong peningkatan perekonomian suatu daerah.


3. Masalah Inflasi


Angka inflasi nasional dalam kurun waktu 2016-2017 terbilang cukup rendah. Untuk tahun 2016 saja, inflasi berada pada angka 3,02 persen, terendah selama tujuh tahun terakhir.

Upaya pemerintah mengendalikan inflasi yaitu:

Pertama, membangun jaringan informasi. Dengan tersedianya informasi, para petani misalnya, dapat lebih cepat mengetahui perkembangan harga komoditas di pasar.

Kedua, kecepatan waktu yang berhasil diraih dinilai sangat penting untuk mengetahui keadaan pasar dan memberikan respon cepat bila terjadi kenaikan harga komoditas.

Ketiga, menumbuhkan budaya organisasi yang lebih awas terhadap segala perubahan harga yang terjadi. Bila terjadi sedikit saja perubahan harga pemerintah akan langsung bergerak menanggapi perubahan tersebut.


4. Pelemahan Rupiah


Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, pada saat artikel ini ditulis rupiah berada pada level Rp 14.600 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan faktor utama penyebab melemahnya nilai tukar rupiah adalah kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral AS terkait perbaikan data ketenagakerjaan dan inflasi di Amerika Serikat.

Pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ia mengatakan  beberapa strategi telah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, salah satunya adalah dengan menaikkan suku bunga.


5. Masalah Utang Luar Negeri


Di lansir oleh Kompas.com, utang luar negeri RI tembus sebesar Rp 4.000 triliun per Februari 2018. Utang luar negeri Indonesia naik terutama untuk pembangunan infrastruktur.

Bagaimana cara pemerintah melunasi utang tersebut? Seperti yang dikatakan Direktur Strategis dan Portofolio Utang Kemenkeu Scenaider Clasein H. Siahaan, pemerintah harus mengangsur sebesar Rp 450 milliar per tahun untuk melunasi utang yang tembus sebesar Rp 4.000 triliun per Februari 2018.


6. Masalah Perbankan


Besarnya utang luar negeri Indonesia mengakibatkan permasalahan selanjutnya yaitu pada sistem perbankan.

Banyak usaha yang macet karena meningkatnya beban utang mengakibatkan semakin banyaknya kredit macet sehingga beberapa bank mengalami kesulitan likuiditas.

Cara pemerintah mengatasi hal tersebut, yaitu dengan Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25%. Penurunan BI Rate diharapkan akan memacu pertumbuhan sektor riil serta daya beli masyarakat.

Pemerintah berupaya untuk menurunkan bunga tabungan atau deposito nasabah kelas kakap di perbankan. Dengan penurunan suku bunga tabungan dan deposito, diharapkan bisa mendorong perbankan untuk bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

Demikianlah artikel hari ini tentang 6 Contoh Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia beserta Solusinya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih. 

Referensi: finance.detik.com/moneter/d-3143347/ini-cara-pemerintah-turunkan-suku-bunga-perbankan
agusyantono.wordpress.com/2010/07/09/permasalahan-ekonomi-makro/
ekonomi.kompas.com/read/2018/03/16/103000026/ini-cara-pemerintah-melunasi-utang-luar-negeri-yang-tembus-rp-4.000-triliun
tirto.id/strategi-pemerintah-atasi-pelemahan-rupiah-cLcC
presidenri.go.id/berita-aktual/tiga-langkah-pemerintah-mengendalikan-inflasi.html  
presidenri.go.id/program-prioritas-2/upaya-nyata-pemerintah-membuka-lapangan-kerja.html
economy.okezone.com/read/2016/08/16/20/1465268/program-program-jokowi-untuk-tekan-angka-kemiskinan-di-2017

KLIK UNTUK BERKOMENTAR