Type something and hit enter

author photo
Posted by On
Ruang Lingkup Ekonomi Makro - Ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.

Karena ekonomi merupakan ilmu tentang tindakan dan perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, atau distribusi.

Teori ekonomi adalah pembagian ilmu ekonomi yang memberi penjelasan sederhana mengenai bagaimana sebuah sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang sangat penting dalam sistem ekonomi tersebut.

Teori ekonomi terbagi menjadi dua jenis, yakni ekonomi makro dan ekonomi mikro. Pada materi kali ini kami akan membahas tentang ruang lingkup ekonomi makro secara lengkap beserta teori lahirnya.

Apa yang dimaksud dengan Ekonomi Makro? Menurut Sadono Sukirno, pengertian Ekonomi Makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi, diantaranya pengangguran, inflasi, neraca perdagangan dan pembayaran dan kegiatan ekonomi yang tidak stabil.

Berikut ini ruang lingkup ekonomi makro beserta teori lahirnya ekonomi makro lengkap dengan penjelasan.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro beserta Teori Lahirnya (Lengkap)


Teori Lahirnya Ekonomi Makro


Berikut ini latar belakang terlahirnya ekonomi makro atau sejarah lahirnya teori ekonomi makro.

1. Ibnu Khaldun 


Kajian ekonomi ini disampaikan oleh filosof Islam bernama Ibnu Khaldun dalam bukunya Muqaddamah, bagian V "motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas, sedangkan barang yang memuaskan kebutuhannya itu sangat terbatas.

Oleh sebab itu pemecah soal ekonomi haruslah dipandang dari dua sudut yaitu sudut tenaga dan penggunannya.

Adapun dari sudut tenaganya dapat dibagi menjadi:
  1. Tenaga untuk mengerjakan barang-barang (objek) untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subjek) dinamakan ma'asy (penghidupan).
  2. Tenaga untuk mengerjakan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, dinamakan tamawwul (perusahaan).

Sedangkan dari sudut kegunaannya dapat dibagi menjadi:
  1. Kegunaan barang-barang yang dihasilkan itu hanyalah untuk kepentingan sendiri, disebut rezeki.
  2. Kegunaan untuk kepentingan orang banyak, sedangkan kepentingan orang yang mengerjakan bukanlah menjadi tujuan.

2. Adam Smith


Perkembangan ilmu ekonomi dimulai saat Adam Smith menerbitkan sebuah buku yang berjudul "An Inquiri into the Nature and Causes of the wealth of Nations" yang kemudian dikenal dengan "Wealth of Nations" (1776).

Adam Smith menyatakan bahwa seperti alam semesta yang berjalan serba teratur, sistem ekonomi pun akan mampu memulihkan diirinya (self adjustment), karena ada kekuatan pengatur yang disebut tangan-tangan tak terlihat (invisible hands).

Dalam bahasa sederhana, tangan ghaib itu adalah mekanisme pasar, yaitu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi berlandaskan interaksi kekuatan permintaan dan penawaran, ia sangat pecaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian.

Kepercayaan terhadap kemampuan pasar semakin menguat ketika seorang ekonom asal Perancis Jean Baptiste Say dengan pendapatnya yang dikenal dengan Hukum Say (Say's Law) "...suply creates it's own demand..." dalam bukunya A Treatise on Political Economy (1803). Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap oleh permintaan sampai tercapai keseimbangan pasar.

3. John Maynard Keynes dan Umer Chapra


Sebelum terjadinya kelesuan perekonomian tahun 1929-1933 yang dikenal sebagai Depresi Besar (Great Depression), ilmu ekonomi tidak mengenal dikotomi mikro-makro. Namun Great Depression membuyarkan keyakinan hipotesis ekonomi klasik, karena Great Depression terjadi dalam waktu yang lama dan menimbulkan beberapa masalah besar.

John Maynard Keynes, menyatakan pendapat untuk memperbaiki keadaan melalui bukunya The Genera! Theory of Emplyoment, Interest and Money.

Keynes menjelaskan dua hal pokok, pertama adalah kritik ilmiah terhadap kebenaran hipotesis klasik tentang keampuhan mekanisme pasar yang dipercayai sejak zaman Adam Smith.

Menurutnya kelemahan teori klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu idealis dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran.

Pokok pikiran kedua adalah berupa usulan pemulihan dengan memasukan peranan pemerintah dalam perekonomian dalam rangka menstimulir sisi permintaan.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro


Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup teori ekonomi makro? Berikut ini 8 contoh ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu ekonomi makro lengkap dengan penjelasannya.

1. Pendapatan dan Pengeluaran


Ruang lingkup ekonomi utama yaitu pendapatan dan pengeluaran nasional. Pendapatan nasional potensial adalah tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepenuhnya digunakan.

Dalam kenyatannya, tidak selalu menggunakan semua faktor produksi yang tersedia. Kekurangan pengeluaran agregat menyebabkan sebagian tenaga kerja menganggur dan perekonomian tidak akan mewujudkan pendapatan nasional potensial.

Perbedaan antara pendapatan nasional potensial dengan pendapatan nasional sebenarnya dinamakan jurang produk nasional bruto (GDP gap)

Pengeluaran nasional adalah total nilai seluruh produksi negara pada masa dan waktu yang telah ditentukan.

Ruang lingkup pengeluaran bisa diukur dalam produk domestik bruto (PDB). Semua yang diproduksi dan dijual akan menghasilkan pendapatan negara.

2. Pengangguran


Ruang lingkup ekonomi yang kedua adalah pengangguran. Pengangguran merupakan orang yang tidak bekerja dan tidak mempunyai penghasilan meski dalam usia produktif.

Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperolehnya.

Perlu kita ketahui, tingkat pengangguran di Indonesia terbilang cukup tinggi. Dalam ilmu ekonomi, data jumlah penganguran dapat diukur dengan angka pengangguran, yaitu persentase para pekerja tanpa pekerjaan yang ada di dalam angkatan kerja atau usia kerja.

Sebab terjadinya pengangguran:
  • Kekurangan pengeluaran agregat, karena permintaan berkurang.
  • Ingin mencari kerja lain yang lebih baik.
  • Perusahaan mengganti tenaga kerja dengan mesin.
  • Ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dengan yang diperlukan di industri.

3. Inflasi dan Deflasi


Ruang lingkup ekonomi selanjutnya adalah inflasi dan deflasi. Dalam ilmu ekonomi, inflasi disebut kenaikan harga. Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Tingkat inflasi rendah antara 2-3% dan tingkat inflasi moderat antara 4-10%.

Faktor penyebab inflasi yaitu:
  • Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Permintaan > Penawaran.
  • Para pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah, berimbas biaya produksi meningkat.
  • Kenaikan harga barang-barang impor.
  • Penambahan penawaran uang > penawaran barang.
  • Kekacauan politik dan ekonomi.

Ketika harga mulai turun, maka terjadilah deflasi. Para ekonom mengukur perubahan harga ini dengan menggunakan indeks harga.


4. Kebijakan Pemerintah


Perekonomian pada suatu negara tidak terlepas dari masalah pengangguran dan inflasi. Pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini melalui serangkaian kebijakan, baik kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.

Kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral, untuk mempengaruhi (mengubah) penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan maksud untuk mempengaruhi pengluaran agregat.

Singkatnya, kebijakan dari pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat atau money suplay dalam perekonomian.

Kebijakan fiskal adalah langkah-langkah dari pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian.

5. Pengeluaran Agregat atau Menyeluruh


Masalah pada perekonomian terjadi apabila pengeluaran menyeluruh tidak mencapai tingkat yang ideal. Untuk mengontrol laju inflasi dan mewujudkan kesempatan kerja yang lebih baik, maka idealnya pengeluaran agregat harus berada pada tingkat yang dibutuhkan

Pengeluaran agregat yaitu perbelanjaan masyarakat atas barang dan jasa. Walaupun secara teori hal ini dapat dilakukan, namun pada praktiknya tujuan ini cukup sulit untuk diwujudkan.

6. Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara


Pada analisis ini, teori ekonomi makro akan menjelaskan sejauh mana suatu perekonomian dapat menghasilkan produk dan jasa. Analisis ekonomi makro ini akan memberi rincian pengeluaran secara keseluruhan atau agregat, meliputi:
  • Pengeluaran Pemerintah
  • Pengeluaran perusahaan atau investasi
  • Pengeluaran rumah tangga (konsumsi rumah tangga)
  • Eksport dan import

7. Ketidakseimbangan Neraca Pembayaran


Kegiatan eksport dan import merupakan bagian penting dari kegiatan perekonomian suatu negara. Disamping itu terjadinya aliran keluar dan masuk dana/investasi. Impor yang berlebihan dapat mengurangi kegiatan ekonomi, karena permintaan barang LN > DN.

Turunnya permintaan DN menyebabkan terjadinya pengangguran. Disamping itu modal dari dalam negeri akan mengalir keluar. Hal ini menyebabkan nilai mata uang domestik turun.

Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke negara lain dalam satu tahun tertentu.

Pembayaran-pembayaran yang dilakukan meliputi:
  • Penerimaan dan ekspor dan pembayaran untuk impor barang dan jasa.
  • Aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran modal ke luar negeri.
  • Aliran keluar dan masuk modal jangka pendek (seperti mendepositokan uang di luar negeri)

Dalam neraca pembayaran ada:
  1. Neraca perdagangan: menunjukkan perimbangan di antara ekspor dan impor.
  2. Neraca keseluruhan, menunjukkan perimbangan di antara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri dan keselurhan aliran penerimaan dari luar negeri.

Defisit neraca pembayaran berarti pembayaran luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri.

8. Siklus Ekonomi


Siklus ekonomi mendapat perhatian lebih dalam teori ekonomi makro, karena dampak yang ditimbulkannya. Misalnya resesi ekonomi berkepanjangan akan menjerumus perekonomian ke keadaan depresi.

Sebaliknya, akspansi yang berkepanjangan juga akan menyulut inflasi, kemandekan ekonomi dan akhirnya resesi. Upaya-upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi siklus ekonomi disebut kebijakan antisiklus.

Baca juga: 6 Contoh Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia beserta Solusinya

Demikianlah artikel hari ini tentang Ruang Lingkup Ekonomi Makro beserta Teori Lahirnya (Lengkap). Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.

Referensi: itsdianindriani.blogspot.com/2015/04/pengertian-dan-ruang-lingkup-ekonomi.html
rachmatilhamramadhan17.wordpress.com/2015/06/16/teori-ekonomi-makro/
www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertian-ekonomi-makro.html
www.zonareferensi.com/ruang-lingkup-ekonomi-makro/
PPT: Ruang Lingkup Analisis Ekonomi Makro (Mila Sartika, SEI, MSI)

KLIK UNTUK BERKOMENTAR