Type something and hit enter

Posted by On
Surah Al Mudatsir Arab, Latin, & Terjemahan Artinya

Surah Al Mudatsir Arab, Latin dan Terjemahan Artinya - Penjelasan surat Al Mudatsir adalah surah ke-74 dalam Al Qur'an yang terdiri atas 56 ayat. Surat ini tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di kota Mekkah dan diturunkan setelah surah Al Muzzammil.

Surat ini dinamakan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama yang artinya (Orang yang berkemul) / (berselimut).

Pokok isi kandungan Surah Al Mudatsir Ayat 1-7


Adapun isi kandungan atau makna surah Al Mudattsir ayat 1-7 adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan agama Islam kepada umat manusia.

Asbabun Nuzul Surah Al-Mudatsir 


Sebab diturunkannya surah Al Mudatsir Ayat 1 dan 2:


Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Saya menyediri di Gua Hira selama sebulan. Setelah selesai, saya lalu bermaksud turun ke bawah. Ketika berada di pertengahan bukit, tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggil, tapi saya tidak melihat seorang pun. Akan tetapi, tatkala saya mengangkat kepala, tiba-tiba terlihat malaikat yang sebelumnya mendatangi saya. Saya langsung bergegas pulang. Sesampainya di rumah, saya lalu berkata, 'Selimuti saya!" Allah lalu menurunkan ayat, "Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!"

Sebab turunnya surat Al Mudatsir Ayat 11:


Imam al-Hakim meriwayatkan suatu riwakay yang shahih dari Ibnu Abbas, "Suatu ketika, Walid ibnul-Mughirah mendatangi Rasulullah. Beliau lantas membacakan beberapa potong ayat Al-Quran kepadanya. Hati Walid terlihat seperti tersentuh (terpengaruh) dengan ayat-ayat tersebut. Ketika kejadian itu didengar oleh Abu Jahal, ia langsung mendatangi Walid dan berkata, 'Wahai Paman, sesungguhnya kaummu bermaksud mengumpulkan uang untuk diberikan kepadamu. Sesungguhnya engkau mendatangi Muhammad dengan maksud untuk menentang/merintangi apa (yang telah kita sepakati) sebelumnya.'

Mendengar hal itu, Walid lalu menjawab, “Sesungguhnya seluruh orang Quraisy mengetahui bahwa saya adalah orang yang paling kaya di antara mereka.’ Abu Jahal lantas berkata, ‘Jika demikian, ucapkanlah sesuatu yang menunjukkan kepada kaummu bahwa engkau mengingkari seruan Muhammad dan membencinya.’ Walid lalu menjawab, ‘Akan tetapi, apa yang harus saya katakan? Demi Allah, tidak ada seorang pun di antara kalian yang paling menguasai seluk-beluk syair dari saya, sebagaimana tidak ada yang lebih menguasai ilmu sajak, puisi, bahkan syair-syair jin ketimbang saya. Demi Allah, apa yang diucapkannya itu tidak sedikit pun menyerupai hal-hal tadi (syair, sajak, puisi dan lainnya). Demi Allah, kata-kata yang diucapkannya itu sungguh menawan dan menarik hati. Apa yang dikatakannya itu bersinar di atasnya dan bercahaya di bawahnya. Kata-kata tersebut mahaagung, tidak ada yang dapat menandinginya. Ia juga melibas habis apa yang ada di bawahnya.!’

Mendengar ucapan Walid itu, Abu Jahal menjawab, ‘Sungguh kaummu belum akan tenang sampai engkau mengucapkan sesuatu (yang mencela Muhammad).’ Walid lalu berkata, “Beri saya kesempatan untuk memikirkannya.’ Setelah berpikir beberapa lama, tiba-tiba Walid berkata, ‘Ini adalah sihir yang dipelajarinya dari orang lain!’ Tidak lama kemudian, turunlah ayat, “Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya.”

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan riwayat senada dari jalur yang lain.

Sebab diturunkannya Ayat 30:


Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi dalam kitab al-Ba’ts meriwayatkan dari Al-Barra’ bahwa beberapa orang Yahudi menanyakan kepada salah seorang sahabat Nabi saw. tentang para penjaga neraka. Sahabat tersebut lantas datang kepada Nabi saw. untuk menanyakannya. Pada saat itu juga turun ayat 31.

Sebab diturunkannya Ayat 31:


Dari Abu Ishaq diriwayatkan bahwa suatu hari Abu Jahal berkata, “Wahai sekalian warga Quraisy, Muhammad menyatakan bahwa bala tentara Allah yang nantinya akan mengazab kalian di neraka berjumlah sembilan belas, sementara kalian berjumlah sangat banyak. Mungkinkah seratus orang dari kalian tidak mampu menghadapi satu dari mereka!” Allah lalu menurunkan ayat ini.

Riwayat yang mirip dengan di atas juga diriwayatkan oleh Qatadah.

Diriwayatkan dari Suddi, “Ketika turun ayat 30, ‘Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga),’ seorang laki-laki dari Quraisy bernama Abu Asydaq berkata, ‘Wahai orang-orang Quraisy, janganlah kalian merasa gentar dengan sembilan belas malaikat tersebut. Dengan bahu kanan saya ini saja saya akan mengatasi sepuluh dari mereka, sementara yang sembilan lagi dengan bahu kiri.’ Allah lalu menurunkan ayat ini.”

Sebab diturunkannya Q.S Al Mudatsir Ayat 52:


Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Suddi yang berkata, “Mereka orang-orang kafir Quraisy) berkata, ‘Sekiranya Muhammad memang benar maka bisakah ia mendatangkan, ketika kita bangun dari tidur di pagi hari, sebuah lembaran yang di dalamnya tercantum pembebasan kita dari neraka?’ Tidak lama kemudian turunlah ayat ini.”

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 602 – 606.

***

Berikut ini teks bacaan atau lafadz surah Al-Mudatsir Arab, latin, dan terjemahan artinya (bahasa Indonesia).

Teks Bacaan Surat Al Mudatsir Arab, Latin, dan Terjemahan Artinya


Surah Al Mudatsir
(Orang yang berkumul)
Juz 29
Surat ke 74 : 56 ayat 



 بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ


Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ


Yaa ayyuhaal muddats-tsir(u)
1. "Hai orang yang berkemul (berselimut),"

قُمۡ فَأَنذِرۡ


Qum fa-andzir
2. "bangunlah, lalu berilah peringatan!"

وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ


Warabbaka fakabbir
3. "dan Tuhanmu agungkanlah!"

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ


Watsiyaabaka fathahhir
4. "dan pakaianmu bersihkanlah,"

وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ


Warrujza faihjur
5. "dan perbuatan dosa tinggalkanlah,"

وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ


Walaa tamnun tastaktsir(u)
6. "dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak."

وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ


Wa lirabbika faashbir
7. "Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah."

فَإِذَا نُقِرَ فِي ٱلنَّاقُورِ


Fa idzaa nuqira fiinnaaquur(i)
8. "Apabila ditiup sangkakala,"

فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٍ يَوۡمٌ عَسِيرٌ


Fa dzaalika yauma-idzin yaumun 'asiir(un)
9. "maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,"

عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٌ


'Alal kaafiriina ghairu yasiir(in)
10. "bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah."

ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗا


Dzarnii wa man khalaqtu wahiidaa(n)
11. "Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian [1526]."

وَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا


Wa ja'altu lahuu maaalan mamduudaa(n)
12. "Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,"

وَبَنِينَ شُهُودٗا


Wa baniina syuhuudaa(n)
13. "dan anak-anak yang selalu bersama dia,"

وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا


Wa mahhadtu lahuu tamhiidaa(n)
14. "dan Ku lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,"

ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ


Tsumma yathma'u an aziid(a)
15. "kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya."

كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا


Kallaa, innahuu kaana li-aayaatinaa 'aniidaa(n)
16. "Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran)."

سَأُرۡهِقُهُۥ صَعُودًا


Sa-urhiquhuu sha'uudaa(n)
17. "Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan."

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ


Innahuu fakkara waqaddar(a)
18. "Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),"

فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ


Fa qutila kaifa qaddar(a)
19. "maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,"

ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ


Tsumma qutila kaifa qaddar(a)
20. "kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,"

ثُمَّ نَظَرَ


Tsumma nazhar(a)
21. "kemudian dia memikirkan,"

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ


Tsumma 'abasa wabasar(a)
22. "sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,"

ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ


Tsumma adbara waastakbar(a)
23. "kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,"

فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٌ يُؤۡثَرُ


Fa qaala in haadzaa illaa sihrun yu`tsar(u)
24. lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),"

إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ


In haadzaa illaa qaulul basyar(i)
25. "ini tidak lain hanyalah perkataan manusia."

سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ


Saushliihi saqar(a)
26. "Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar."

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ


Wa maa adraaka maa saqar(u)
27. "Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?"

لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ


Laa tubqii wa laa tadzar(u)
28. "Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan  [1527]."

لَوَّاحَةٌ لِّلۡبَشَرِ


Lau-waahatul(n)-lilbasyar(i)
29. "(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia."

عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ


'Alaihaa tis'ata 'asyar(a)
30. "Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)."

وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةٗۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسۡتَيۡقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَيَزۡدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَٰنٗا وَلَا يَرۡتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلۡكَٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ


Wa maa ja'alnaa ashhaabannaari illaa malaa-ikatan wa maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatal(n) lil-ladziina kafaruu liyastaiqinal-ladziina uutuul kitaaba wayazdaadal-ladziina aamanuu iimaanan walaa yartaabal-ladziina uutuul kitaaba wal mu`minuuna waliyaquulal-ladziina fii quluubihim maradhun wal kaafiruuna maadzaa araadallahu bihaadzaa matsalaa kadzaalika yudhillullahu man yasyaa-u wayahdii man yasyaa-u wa maa ya'lamu junuuda rabbika illaa huwa wamaa hiya illaa dzikraa lilbasyar(i)
31. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

كَلَّا وَٱلۡقَمَرِ


Kallaa wal qamar(i)
32. "Sekali-kali tidak [1528], demi bulan,"

وَٱلَّيۡلِ إِذۡ أَدۡبَرَ


Wal laili idz adbar(a)
33. "dan malam ketika telah berlalu,"

وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ


Wash-shub-hi idzaa asfar(a)
34. "dan subuh apabila mulai terang."

إِنَّهَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ


Innahaa la-ihdal kubar(i)
35. "Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,"

نَذِيرٗا لِّلۡبَشَرِ


Nadziiral(n)-lilbasyar(i)
36. "sebagai ancaman bagi manusia."

لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ


Li man syaa-a minkum an yataqaddama au yataakh-khar(a)
37. "(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur [1529]."

كُلُّ نَفۡسِۢ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ


Kullu nafsin bimaa kasabat rahiinah(tun)
38. "Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,"

إِلَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡيَمِينِ


Illaa ashhaabal yamiin(i)
39. "kecuali golongan kanan,"


فِي جَنَّٰتٍ يَتَسَآءَلُونَ


Fii jannaatin yatasaa-aluun(a)
40. "berada di dalam syurga, mereka tanya menanya,"

عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ


'Anil mujrimiin(a)
41. "tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,"

مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ


Maa salakakum fii saqar(a)
42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ


Qaaluuu lam naku minal mushalliin(a)
43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,"

وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ


Wa lam naku nuth'imul miskiin(a)
44. "dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,"

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ


Wa kunnaa nakhuudhu ma'al khaa-idhiin(a)
45. "dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,"

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ


Wa kunnaa nukadz-dzibu bi yaumiddiin(i)
46. "dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,"

حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلۡيَقِينُ


Hattaa ataanaal yaqiin(u)
47. "hingga datang kepada kami kematian."

فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ


Fa maa tanfa'uhum syafaa'atusy-syaafi'iin(a)
48. "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at."

فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ


Fa maa lahum 'anittadzkirati mu'ridhiin(a)
49. "Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,"

كَأَنَّهُمۡ حُمُرٌ مُّسۡتَنفِرَةٌ


Ka-annahum humurun mustanfirah(tun)
50. "seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,"

فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۢ


Farrat min qaswarah(tin)
51. "lari daripada singa."

بَلۡ يُرِيدُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ


Bal yuriidu kulluumri-in minhum an yu`taa shuhufan munasy-syarah(tan)
52. "Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka."

كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ


Kallaa, bal laa yakhaafuuna-aakhirah(ta)
53. "Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat."

كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذۡكِرَةٌ


Kallaa innahu tadzkirah(tun)
54. "Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan."

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ


Fa man syaa-a dzakarah(u)
55. "Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran)."

وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ


Wa maa yadzkuruuna illaa an yasyaa-allahu huwa ahlut taqwa wa ahlul maghfirah(ti)
56. "Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun."

Video Bacaan Surat Al Mudatsir




Baca juga: Bacaan Surah Al Qariah

Demikianlah artikel tentang surah Al-Mudatsir Arab, latin, dan terjemahan artinya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

0 komentar