Type something and hit enter

author photo
Posted by On
Pengertian Jujur - Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan batin. Maka orang yang jujur bersama Allah dan bersama manusia adalah yang sesuai lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan sebagai kebalikan dari orang yang jujur.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Al-Ahzab ayat 24:

"Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik....." (Q.S Al-Ahzab:24).

Berikut merupakan pengertian jujur, macam-macam sifat jujur, contoh perilaku dan manfaat jujur dalam agama Islam beserta dalilnya.

Pengertian Jujur, Macam, Manfaat, Contoh Perilaku Jujur dalam Islam


Pengertian Jujur Menurut Para Ahli


Samani dan Hariyanto


Jujur adalah menyatakan apa adanya, terbuka, konsisten antara yang dikatakan dan dilakukan (berintegritas), berani karena benar, dapat dipercaya (amanah, trustworthisness), dan tidak curang (no cheating).

Naim


Jujur merupakan nilai penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Jujur tidak hanya diucapkan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Elfindri, dkk


Jujur berarti lurus hati, tidak berbohong misalnya dalam perkataan berkata apa adanya, tidak curang, dan senantiasa mengikuti peraturan yang berlaku.

Pengertian Jujur Menurut Bahasa dan Istilah


Pengertian jujur dilihat dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, ataupun memberi informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi atau kenyataan.

Dari segi bahasa, jujur disebut juga sebagai antonim atau lawan kata bohong yang artinya adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain.

Pengertian jujur secara istilah adalah sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu ataupun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan sedikit pun atau benar-benar sesuai dengna realita yang ada.

Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan hawa nafsu.

Pengertian Jujur Menurut Islam


Dalam konteks Islam, jujur disebut shiddiq. Dari segi bahasa shiddiq berarti:
  1. Yang suka pada kebenaran
  2. Yang membuktikan ucapannya dengan perbuatan
  3. Yang berbakti serta selalu mempercayai.

Kata shiddiq berasal dari kata dasar shidq yang berarti kebenaran atau kejujuran. Dari makna-makna ini jelaslah bahwa jujur (shiddiq) merupakan sifat terpuji yang sangat menonjolkan kejujuran atau kebenaran.

Orang yang memiliki sifat jujur perkataannya selalu dapat dibuktikan dengan perilakunya. Apa yang dikatakannya sesuai dengan yang dipraktikkannya.

Sifat shiddiq merupakan salah satu sifat yang dimiliki para nabi dan rasul Allah. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang shiddiq. Apa yang dikatakannya terbukti dalam perbuatannya.

Nabi juga memerintahkan kepada kita sebagai umatnya untuk memiliki sifat jujur, karena jujur akan membawa kepada kebaikan dan akhirnya mengantarkan kita ke surga. Sebaliknya, Nabi melarang kita bohong, karena bohong akan membawa kepada kejahatan dan pada akhirnya akan mengantarkan kita ke neraka.

Sesuai dalil yang telah disampaikan Rasulullah SAW, beliau bersabda:

"Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shiddiq). Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka. Orang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab)." (HR. al-Bukhari).

Macam-macam Sifat Jujur (Shiddiq)


Menjadi seorang Muslim harus bersikap jujur, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Berikut ada lima pembagian macam bentuk sifat jujur (shiddiq).

1. Benar dalam Perkataan (shidq al-hadits)


Setiap Muslim harus selalu berkata benar dalam keadaan apa pun dan bagaimana pun. Orang yang berkata benar akan dikasihi Allah SWT, dan dipercaya oleh masyarakat.

2. Benar dalam Pergaulan (shidq al-mu'amalah)


Seorang Muslim tidak cukup hanya benar dalam perkataannya, tetapi juga benar dalam pergaulannya. Dalam pergaulannya dengan orang lain, setiap Muslim dilarang menipu, bohong, khianat, dan sejenisnya. Dengan bekal kejujuran, ia akan dapat bergaul dengan baik di masyarakat dan akan dipercaya oleh masyarakat.

3. Benar dalam Kemauan (shidq al-'azam)


Setiap Muslim juga harus benar dalam kemauannya. Dengan bekal kejujuran, ia akan dapat menuruti kemauannya yang benar. Kemauan yang benar harus dipraktikkan dengan cara-cara yang benar. Jangan sampai kebenaran dicampuradukkan dengan kebathilan, karena hal itu dilarang agama.

4. Benar dalam Berjanji (shidq al-wa'ad)


Seorang Muslim harus selalu menepati janji ketika ia berjanji. Nabi menyuruh untuk menepati janji ini sampai kepada anak kecil sekali pun. Beliau bersabda:

"Barang siapa yang berkata kepada anak kecil, mari kemari, saya beri korma ini, kemudian dia tidak memberinya, maka dia telah membohongi anak itu." (HR. Ahmad).

Jadi, bila berjanji harus menepatinya, apalagi jika ia adalah seorang pemimpin. Allah menyukai dan memuji orang-orang yang menepati janji.

5. Benar dalam Kenyataan (shidq al-bal)


Seorang Muslim harus menampilkan apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya dan jangan membohongi masyarakat di sekitarnya. Kenyataan yang dialami hendaknya di tampakkan kepada orang lain.

Contoh Perilaku/Sikap Jujur 


Berikut beberapa contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

1. Lingkungan Keluarga


  1. Berkata dengan terus terang apabila kita telah melakukan kesalahan seperti memecahkan gelas/piring.
  2. Mengembalikan uang kembalian belanjaan sebagaimana seharusnya.
  3. Tidak mengambil uang yang seharusnya dibayarkan untuk SPP.
  4. Menyampaikan hasil ujian/ulangan kepada orang tua apa adanya.
  5. Tidak berpura-pura tidur saat dimarahi orang tua.

2. Lingkungan Sekolah


  1. Tidak menyontek ketika ujian sedang berlangsung.
  2. Berkata jujur, membayar harga barang yang dibeli sesuai harganya.
  3. Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpusatakaan sesuai tenggang waktu yang telah ditentukan.
  4. Tidak malu bertanya kepada guru apabila belum memahami materi yang disampaikan.
  5. Tidak membuat alasan bohong ketika teman tidak masuk sekolah, padahal temannya membolos.

3. Lingkungan Masyarakat


  1. Tidak melakukan suap kepada polisi saat kena tilang.
  2. Tidak melebihkan takaran timbangan harga saat berjualan.
  3. Berjualan makanan menggunakan bahan-bahan yang halal.
  4. Tidak memilih pemimpin yang membagi-bagikan uang agar dipilih.
  5. Tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Manfaat Perilaku Jujur


Adapun manfat-manfaat yang akan kita dapatkan jika kita berkata jujur, diantaranya:
  1. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak merasa terbebani apapun.
  2. Bisa timbul rasa percaya diri dalam diri kita. 
  3. Mendapat kepercayaan dari orang tua, guru, teman dan siapapun.
  4. Kejujuran menimbulkan sikap berani, berani karena benar.
  5. Dapat menimbulkan sikap positif dalam diri.
  6. Jujur akan membawa kita ke surga.

Demikianlah artikel hari ini tentang Pengertian Jujur, Macam, Manfaat, Contoh Perilaku Jujur dalam Islam. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.   

Referensi: brainly.co.id/
blog.umy.ac.id/bellagrandyna/2015/12/24/pengertian-dan-bentuk-bentuk-shidiq/
d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_the_truth.pdf
repository.ump.ac.id/206/3/BAB%20II_Noviana%20Ayu%20P..pdf
staffnew.uny.ac.id/.../Dr.+Marzuki,+M.Ag_.+Mahalnya+Kejujuran

KLIK UNTUK BERKOMENTAR