Type something and hit enter

Posted by On
Pengertian sejarah secara umum - Apa itu sejarah? Pengertian sejarah menurut para ahli yang salah satunya disampaikan oleh Depdiknas, sejarah sebagai mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini.

Para ahli sejarah pada umumnya sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga hal, yakni;
  1. Sejarah sebagai peristiwa,
  2. Sejarah sebagai cerita,
  3. Sejarah sebagai ilmu.

Pertama, sejarah sebagai peristiwa; adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau.

Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sejarah sebagai kenyataan dan serba objektif, artinya, peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan, seperti berupa saksi mata yang dijadikan sumber-sumber sejarah, peninggalan-peninggalan, dan catatan-catatan.

Kedua, sejarah sebagai cerita merupakan sesuatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat unsur-unsur dari subjek, sejarawan/si penulis sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi "warna", atau "rasa" sesuai dengan "kacamata" atau selera subjek.

Ketiga, sejarah sebagai ilmu karena dalam sejarah pun memiliki "batang tubuh keilmuan", metodologi yang spesifik. Sejarah pun memiliki struktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta, konsep, maupun generalisasinya.

Berikut ini kami akan membahas definisi sejarah menurut para ahli dan secara umum.

Pengertian Sejarah

Pengertian Sejarah: Menurut Para Ahli dan Secara Umum [Lengkap]


Adapun pengertian sejarah akan kami bahas secara umum dan menurut pendapat beberapa pakar.

a. Pengertian Sejarah Secara Umum


Berikut pengertian sejarah secara umum, secara etimologi dan terminologi, menurut KBBI, secara bahasa, dan menurut Wikipedia.

Secara Etimologi dan terminologi

Pengertian sejarah secara etimologi atau asal kata berasal dari bahasa Arab, yakni "syajaratun" (dibaca syajarah), yang artinya "pohon kayu". Pengertian "pohon kayu" disini adalah adanya suatu kejadian, perkembangan/pertumbuhan tentang sesutu hal dalam suatu kesinambungan.

Pengertian sejarah yang dipahami sekarang ini dari alih bahasa Inggris yakni "history", yang bersumber dari bahasa Yunani Kuno "historia" (dibaca istoria), yang artinya "belajar dengan cara bertanya-tanya".

Sedangkan, secara terminologi sejarah merupakan sebuah kajian masa-masa kebelakang saat manusia telah mengetahui tulisan sejarah pada saat peristiwa yang benar belangsung pada saat lampau.

Secara Sempit dan Luas

Pengertian sejarah secara sempit adalah peristiwa atau kejadian. Sedangkan,

Pengertian sejarah secara luas adalah suatu peristiwa atau kejadian manusiawi yang mempunyai akarnya dalam realisasi dengan kebebasan dan keputusan daya rohani.

Menurut Bahasa

Seperti yang telah disebutkan di atas, pengertian sejarah menurut bahasa antara lain sebagai berikut.
  • Dalam bahasa Arab, sejarah disebut "syajaratun" (dibaca syajarah) yang artinya "pohon kayu".
  • Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut "history" yagng artinya masa lampau; masa lampau umat manusia.
  • Dalam bahasa Yunani Kuno, sejarah disebut  "historia" (dibaca istoria), yang artinya "belajar dengan cara bertanya-tanya".
  • Dalam bahasa Jerman, sejarah disebut "geschichte" yang artinya sesuatu yang telah terjadi; sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
  • Dalam bahasa Belanda, sejarah disebut "geschiedenis" yang berarti yang terjadi.
  • Dalam bahasa Prancis, sejarah disebut "historie".
  • Dalam bahasa Italia, sejarah disebut "storia".
  • Dalam bahasa Jawa, sejarah disebut "babad" yang berarti riwayat dan sejarah.

Menurut Wikipedia

Apa yang dimaksud dengan sejarah? Sejarah adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.

Menurut KBBI

Pengertian sejarah menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai 3 arti yaitu sejarah adalah:
  1. Asal usul (keturunan) silsilah;
  2. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau;
  3. Pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau

b. Pengertian Sejarah menurut Para Ahli


Berikut pengertian sejarah menurut beberapa ahli, baik para ahli luar negeri maupun para ahli dalam negeri.

Menurut Moh. Yamin

Pengertian sejarah menurut Muhammad Yamin adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

Menurut Moh. Ali

Pengertian sejarah menurut R. Moh. Ali ada 3 arti:
  1. Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian di masa lampau.
  2. Sejarah yaitu kejadiaan, peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.
  3. Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis.

Menurut Sartono Kartodirdjo (Sejarawan UGM)

Pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo, sejarawan Universitas Gajah Mada menyatakan bahwa sejarah dapat dilihat dari arti subyektif dan obyektif.
  1. Sejarah dalam arti subyektif adalah suatu konstruk, yaitu suatu bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita.
  2. Sejarah dalam arti objektif menunjuk kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri, ialah proses sejarah dalam aktualitasnya. Obyektif di sini dalam arti tidak memuat unsur-unsur subyek (pembuat cerita).

Menurut Widja

Pengertian sejarah menurut Widja adalah suatu studi yang telah dialami manusia di waktu lampau dan telah meninggalkan jejak di waktu sekarang, di mana tekanan perhatian diletakkan, terutama dalam aspek peristiwa itu sendiri.

Menurut Sidi Gazalba

Pengertian sejarah menurut Sidi Gazalba adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan, yang memberi pengertian tentang apa yang telah berlalu.

Menurut Drs. Moh. Hatta

Pengertian sejarah menurut Drs. Moh. Hatta adalah bukan sekedar melahirkan cerita dari kejadian masa lampau sebagai masalah. Sejarah tidak sekedar kejadian masa lalu, tetapi pemahaman masa lalu yang di dalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematika pelajaran bagi manusia berikutnya.

Menurut Dr. H. Roeslan Abdulgani

Sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis hasil penelitiannya, untuk dijadikan pedoman bagi penilai dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progress masa depan.

Menurut W.J.S Poerwodarminta

Pengertian sejarah menurut Poerwodarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengandung 3 pengertian, yaitu:
  1. Kesusasteraan lama, silsilah, dan asal-usul
  2. Kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau
  3. Ilmu pengetahuan.

Menurut Rochiati Wiriatmadja

Sejarah merupakan disiplin ilmu yang menjajikan moral, etika, kebijaksanaan, nilai-nilai spiritual, dan kultural karena kajiannya yang bersifat memberikan pedoman kepada keseimbangan hidup, harmoni, dan nilai-nilai, keteladanan dan keberhasilan, kegagalan, dan cerminan pengalaman kolektif yang dapat menjadi kompas untuk kehidupan masa depan.

Menurut Taufik Abdullah

Sejarah diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

Menurut Sartono Kartodirdjo

Sejarah merupakan bentuk penggambaran pengalaman kolektif di masa lalu, dan untuk mengungkapkan dapat melalui aktualisasi dan penetasan pengalaman masa lalu.

Menurut Ismaun

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya pada masa lampau.

Menurut Nugroho Notosusanto

Sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang terjadi pada masa lampau.

Menurut Muthahhari

Sejarah menurut Muthahhari ada tiga cara mendefinisikan sejarah, yaitu:
  • Sejarah tradisional, adalah pengetahuan tentang kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa, keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dan kaitaannya dengan keadaan masa kini.
  • Sejarah ilmiah, adalah pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melalui pendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa di masa lampau.
  • Filsafat sejarah, adalah pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain, ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. Dengan kata lain, adalah ilmu tentang menjadi masyarakat, bukan tentang mewujudnya saja.

Menurut Aristoteles

Pengertian sejarah menurut Aristoteles adalah suatu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, record-record, atau bukti-bukti yang konkret.

Menurut Abramiwitz

Sejarah adalah suatu runtutan peristiwa yang terjadi pada sebuah kejadian.

Menurut Arnold Toynbee

Pengertian sejarah menurut Arnold Toynbee, dalam gerak sejarah tidak terdapat hukum tertentu yang menguasai dan mengatur timbul tenggelamnya kebudayaan-kebudayaan yang pasti.

Menurut Benedetto Croce

Menurutnya, sejarah adalah rekaman kreasi jiwa manusia di semua bidang baik teoritikal maupun praktikal.

Menurut Thomas Carlyle

Pengertian sejarah menurut Carlyle adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.

Menurut C.E. Berry

Arti sejarah menurut C.E. Berry, sejarah hanyalah suatu ilmu pengetahuan. Tidak lebih dari itu.

Menurut Cleveland

Pengertian sejarah menurut Cleveland adalah sebuah konsep yang akan dilihat untuk mengenali kehidupan manusia.

Menurut Cicero

Pengertian sejarah menurut Cicero adalah cahaya kebenaran, saksi waktu ,guru kehidupan; atau sejarah adalah guru kehidupan; maupun hukum pertama dalam sejarah ialah takut mengatakan kebohongan, hukum berikutnya tidak takut mengatakan kebenaran.

Menurut Charles Firth

Pengertian sejarah menurut Chharles Firth, sejarah merekam kehidupan manusia, perubahan masyarakat yang terus-menerus, merekam ide-ide yang membatasi aksi-aksi masyarakat, dan merekam kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangannya.

Menurut Bury

Ia secara tegas menyatakan "History is science; no less, and no more". Sejarah itu adalah ilmu, tidak kurang dan tidak lebih.

Menurut Bernheim

Sejarah adalah sebuah ilmu yang menelusuri serta menempatkan peristiwa-peristiwa tertentu dalam waktu dan ruang mengenai perkembangan manusia, baik perorangan maupun kolektif, sebagai makhluk sosial dalam hubungan sebab dan akibat, lahir maupun batin.

Menurut Carr

Pengertian sejarah menurut Edward Hallet Carr adalah suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; dialog yang tiada henti-hentinya antara masa sekarang dan masa silam.

Menurut Coolingwood

Coolingwood berpendapat bahwa sejarah itu merupakan riset atau suatu inkuiri. Collingwood selanjutnya menegaskan bahwa sasaran penyusunan sejarah adalah untuk membentuk pemikiran agar kita dapat mengemukakan penyataan-pernyataan dan mencoba menemukan jawaban-jawabannya. Oleh karena itu menurut Colingwood, semua sejarah itu adalah sejarah pemikiran.

Menurut Costa

Sejarah dapat didefinisikan sebagai "record of the whole human experience". Dimana pada hakikatnya sejarah merupakan catatan seluruh pengalaman, baik secara individu maupun kolektif bangsa dimana masa lalu tentang kehidupan umat manusia.

Menurut Daniel dan Banks

Daniel berpendapat bahwa "Sejarah adalah kenangan pengalaman umat manusia", sedangkan Banks berpendapat bahwa semua kejadian di masa lalu adalah sejarah sebagai aktualitas. Banks selanjutnya mengatakan bahwa sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Menurut David Gordon

Pengertian sejarah menurut David Gordon, sejarah merupakan pengalaman kolektif suatu bangsa pada masa lalu.

Menurut Ertis Stern

Sejarah itu timbul dari suatu persoalan yang hidup dan bahkan melayani hidup masyarakat. Oleh karena itu, sejarah akan berubah-ubah bersama dengan berubahnya waktu, harapan, dan pemikiran rasa cemas yang tumbuh kemudian.

Menurut Norman E. Cantor

Menurutnya, sejarah adalah studi tentang apa yang diperbuat, dipikirkan, dan dikatakan oleh manusia pada masa lalu.

Menurut Francis Bacon

Pengertian sejarah menurut Francis Bacon adalah mempelajari hal-hal yang berkisar dalam waktu dan tempat, dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen essensialnya.

Menurut Filsuf Romawi

Sejarah menurut Filsuf Romawi adalah Guru kehidupan.

Menurut F.X. Paine

Pengertian sejarah menurut F.X. Paine, sejarah termasuk ilmu karena memiliki seperangkat pengetahuan yang sistematis, memiliki metode yang efektif, memiliki pokok persoalan, serta dapat merumuskan kebenaran.

Menurut Herodotus: The Father of History

Menurutnya, sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.

Menurut Ibnu Khaldun

Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum umat manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

Menurut J. Bank

Pengertian sejarah menurut James Bank adalah semua kejadian atau peristiwa masa lampau. Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Menurut Gustafson

Sejarah adalah puncak gunung pengetahuan manusia dari mana perbuatan generasi kita mungkin direkam dan dipasang ke dalam dimensi yang tepat.

Menurut Galtung

Pengertian sejarah menurut Galtung adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachcronich (dalam bahasa latin artinya melalui atau melampaui dan chronicus artinya waktu). Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

Menurut Kuntowijoyo

Sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, unik, ideografis, dan empiris.
  • Bersifat diakronis karena berhubungan dengan waktu. 
  • Bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal unik. 
  • Bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan/menceritakan sesuatu.
  • Bersifat empiris artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh. 

Menurut Louis Gottschalk

Menurut Gottschalk, sejarah adalah sebuah peristiwa atau suatu rekaman peristiwa yang berisi tentang masa lalu manusia atau segala sesuatu tentang masa lampau.

Menurut J.V Bryce

Sejarah merupakan catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh umat manusia.

Menurut John Tosh

Sejarah adalah memori kolektif, sumber pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial orang-orang dan prospek orang-orang di masa yang akan datang.

Menurut Robin Winks

Sejarah adalah studi tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Robert V. Daniels

Sejarah adalah memori pengalaman manusia.

Menurut Sunnal dan Haas

Menurut mereka, sejarah adalah studi kronologis dengan menafsirkan dan mencari arti dari peristiwa dan metode sistematis untuk mengungkap kebenaran.

Menurut Patrick Gardiner

Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Menurut Shefer

Sejarah adalah peristiwa yang telah lalu dan benar-benar terjadi.

Menurut Leopold Von Ranke

Sejarah adalah apa yang sungguh-sungguh terjadi.

Menurut Henri Pirenne Iseorang

Sejarah dimaknai sebagai sebuah kisah mengenai berbagai peristiwa dan aktivitas manusia yang hidup di dalam masyarakat.

Menurut Henry Steele Commager

Sejarah merupakan rekaman keseluruhan tentang masa lampau kesusatraan hukum, pranata sosial, bangunan ,agama, filsafat, dan semua yang teringat dalam memori manusia.

Menurut Karl Popper

Ilmu pengetahun sejarah adalah ilmu pengetahuan yang tertarik pada peristiwa-peristiwa spesifik dan penjelasannya. Sejarah dideskripsikan sebagai peristiwa-peristiwa pada masa lalu sebagaimana peristiwa itu benar-benar terjadi secara aktual.

Menurut W.H. Walsh

W.H. Walsh berpendapat sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan dan pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Demikianlah artikel hari ini tentang 60+ Pengertian Sejarah: Menurut Para Ahli dan Secara Umum [Lengkap]. Semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terimakasih.   

Referensi: www.bhataramedia.com
brainly.co.id
hedisasrawan.blogspot.com/2014/01/40-pengertian-sejarah-menurut-para-ahli.html

0 komentar